UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DENGAN MODUL MENJADI PENDIDIK SEBAYA DAN PENCEGAHAN KEKERASAN

Pada pasal 1 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah nomor 7 tahun 2013 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kekerasan pada anak adalah setiap bentuk pembatasan, pembedaan, pengucilan, dan seluruh bentuk perlakuan yang dilakukan terhadap anak, yang akibatnya berupa kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi.
Dari penelitian yang dilakukan oleh pihak yang mempunyai kompetensi menyebutkan bahwa sebagian besar pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang terdekat anak. Kekerasan terhadap anak dapat berdampak secara langsung dan/atau hingga anak tersebut dewasa. Anak yang menjadi korban kekerasan, tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi pelaku kekerasan apabila tidak mendapatkan penanganan atas “trauma psikologis” akibat perilaku kekerasan yang pernah dialaminya.
Dalam rangka upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, BP3AKB Provinsi Jawa Tengah bersama-sama dengan unsur pusat kajian gender dan perlindungan anak UNNES, LSM Setara, LPA Jawa Timur, dan UNICEF wilayah java sedang menyusun modul Menjadi Pendidik Sebaya dan Pencegahan Kekerasan di tingkat masyarakat, sebagai langkah strategis upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
Guna memaksimalkan fungsi modul sebagai media pembelajaran pada masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, maka telah diselenggarakan TOT Modul Pendidik Sebaya dan Pencegahan Kekerasan Berbasis Masyarakat dengan peserta dari Kabupaten Pemalang, Brebes, Klaten, dan Surakarta.
Kegiatan yang dihadiri oleh 40 orang peserta tersebut diselenggarakan di Hotel Istana Pekalongan pada tanggal 14 s.d. 16 November 2013, dengan narasumber dan fasilitator yang terdiri dari unsur lembaga pusat kajian gender dan perlindungan anak UNNES, LPA Jawa Timur, dan BP3AKB Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas sekaligus meningkatkan pemahaman yang sama tentang modul pendidik sebaya dan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu strategi pencegahan kekerasan terhadap anak. Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan adanya modul pendidik sebaya dan pemberdayaan masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, yang mudah dan efektif digunakan oleh fasilitator dan pendidik sebaya sebagai strategi pencegahan kekerasan terhadap anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
ada yang bisa kami bantu?
Kami sedang Online! segera chat kami. kami melayani pengaduan, permohonan data, kritik dan saran dari anda. cantumkan nomor telepon atau email anda.
Powered by